Langit Yang Cerah


Source image : kompas.com
Source image : kompas.com

Indonesia hari ini terlalu kelabu untuk disaksikan oleh mata nurani umat manusia. Konflik terjadi dimana-mana, pertikaian dan perang saudara saling menikam antara satu dengan lainnya, entah itu bermula dari hal sepele soal kesalahpahaman di jalan raya, hingga pembunuhan antar saudara sebangsa. 

Organisasi keagamaan dan sekolah-sekolah, universitas, para civitas akademi dan pegiat aksi sosial sudah menjamur di berbagai lapisan masyarakat, tapi mengapa kebaikan yang seharusnya menjadi timbal balik dari semua itu justru menjadi kebalikannya. Terlalu banyak kepentingan-kepentingan yang bermain dan ingin mendapatkan segalanya, menuruti ego dan hawa nafsu yang membuang pikiran dan nurani agar "pertu-perut" lapar mereka terisi. Tak peduli bagaimana cara mendapatkan itu semua, yang terpenting tujuan tersampai, tak peduli para pendahulu dan para pendiri menangis melihat kelakuan para penerus bangsa yang semakin hari justru mengembalikan Indonesia pada masa suram. Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri, ucap Bung Karno puluhan tahun silam.

Langit ini terlalu kelabu untuk menaungi bangsa yang besar ini. Cahaya mentari tak lagi secerah dan hanya sedikit sinar kehidupan yang masuk untuk memberikan jiwa-jiwa manusia 'kehidupan'. Karena hidup bukan hanya sekedar bernafas, makan, tidur dan buang kotoran. Hidup lebih daripada itu, tanggung jawab sebagai khalifah di muka bumi harus diemban dengan sebaik-baiknya. Dan selalu mengingat bahwasanya kita semua bersaudara. Saudara sebangsa dan saudara semanusia. Manusiakanlah manusia, jika kita benar-benar manusia, bersama melangkah untuk masa depan yang cerah dan lebih baik.

Jika bukan kita siapa lagi?. 

Jika bukan sekarang kapan lagi?.  

Wallahu A'lam.

Komentar